"Sulawesi Tenggara jangan ketertinggalan dong, masa minat bacanya begitu minus, makanya kita sama-sama bertanggung jawab untuk menumbuh kembangkan literasi," ujarnya.

Harapannya, melalui kegiatan literasi ini dapat meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Ia juga berharap ke depannya lebih banyak lagi yang dapat dilibatkan dalam kegiatan literasi, mulai dari anak-anak SMA dan para pegiat literasi sehingga minat baca dan literasi masyarakat menjadi tinggi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tenggara, Nur Saleh mengatakan, Talk Show Literasi tersebut merupakan bagian dari program transformasi perpustakaan yang beringklusi sosial.

Ia menjelaskan, program tersebut telah diselenggarakan di sebelas kabupaten/kota dan 47 desa dan kelurahan, serta melibatkan ribuan masyarakat di dalamnya. Di antaranya Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan dan Kota Kendari yang baru saja diadakan tahun ini, dan akan terus berkelanjutan.

"Akan terus berkelanjutan karena dilihat dari animo masyarakat kemudian motivasi  generasi muda, utamanya siswa dan mahasiswa ini sangat luar bisa," ujarnya.