“Di Sultra punya tambang nikel, tambang emas Bombana, dan aspal ini juga harus diawasi,” tambahnya.

Dia juga menambahkan untuk pengawasan ini Irjen ESDM mendapat alokasi anggaran Rp 100 miliar.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Sultra Rusda Mahmud mengatakan, kurangnya pengawasan  pertambangan di Sultra, menyebabkan banyak masalah yang muncul.

“ Ada beberapa perusahaan yang lahannya masih perawan, namun setelah diaudit hasinya luar biasa, produksinya ini diambil dari mana dari langit,” kesalnya.

“Ada juga perusahaan sudah eksploitasi lahannya, tapi jalannya melalui kawasan,” tambahnya.