Bagaimana tidak, kata dia, kebijakan ini membawa masyarakat menengah ke bawah lebih jatuh pada kemiskinan karena berdampak kenaikan harga bahan pokok lainnya.
"Jadi kebijakan (kenaikan harga BBM) ini tidak berpihak pada rakyat, tapi pada para kapitalis oligarki," kata Muballigh Sulawesi Tenggara ini.
Olehnya itu, ia menegaskan, penyelenggara negara saat ini telah merampas dan mencuri hak rakyat dengan mencabut subsidi BBM.
"Persoalan ini hanya bisa selesai hanya dengan menegakkan khilafah," tegasnya.
Sementara itu, pemateri tablig akbar lainnya, Muhammad Yasin mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk amar maruf nahi mungkar kepada rezim yang telah membuat kebijakan kenaikan harga BBM.
