“Saat ini, TPA ini hanya memiliki satu tenaga pengajar dan jumlah peserta didik yang tersisa sekitar 25 orang,” ungkap Pengelola TPA/Rumah Qur’an As’saadiah, Sahari Ramadan (53), Rabu (11/12/2024).

Sahari menjelaskan bahwa mayoritas peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu, dengan sebagian di antaranya telah putus sekolah.

Sebagian besar pengajian lain di Kendari memungut biaya, sehingga TPA ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang ingin belajar mengaji dan mendalami ilmu agama tanpa terbebani biaya.

“Bagi anak-anak, TPA ini sudah dianggap rumah kedua. Setelah pulang sekolah, mereka langsung datang ke sini, bahkan ada yang datang dengan seragam sekolah,” tutur Sahari.

Di TPA ini anak-anak bebas bermain setelah salat, selama tidak merusak fasilitas dan saling bertengkar. “Kami menerapkan rumah ibadah yang ramah anak,” kata Sahari.