Ada cerita menarik di balik tradisi ini. Awalnya, ketika seorang pengantin wanita menolak menikah dengan sepupunya karena dia mencintai laki-laki lain. Maka pihak keluarga memutuskan jika dia ingin menikah dengan pihak luar, mereka berdua harus bersaing.

Pria luar desa dan sepupu sang pengantin harus bersaing menjadi orang pertama yang memotong atau memutus leher ayam atau bebek. Ayam atau bebek ini nanti akan diletakan langsung oleh pengantin di suatu tempat. Bagi pria yang berhasil memutuskan kepala ayam dan membawanya ke hadapan pengantin, dia lah yang berhak menikah dengan si perempuan.

Saat ini, bukan lagi antar dua pria yang menarik ayam. Melainkan, ayam akan ditahan oleh wanita beramai-ramai untuk melawan beberapa pria. Ayam akan digantung di satu tiang, lalu para pria harus kuat menariknya. Para perempuan pun akan menggunakan pakaian berwarna warni dengan riasan tebal, untuk terlihat semenarik mungkin.

Keseruan dan sorak-sorai penduduk terlihat tatkala ayam telah diletakan. Para pemuda yang ingin mendapatkan pujaan hatinya akan bersaing sekuat tenaga berebut ayam dan memutuskan kepalanya.

Baca Juga: Demi Hilangkan Kutukan, Wanita Cantik di Negara Ini Wajib Menikahi Pohon Pisang