Melansir detik.com, tradisi ini sempat dihentikan karena semakin berkembangnya zaman dan berubahnya gaya dalam mencari jodoh dan pernikahan. Pada tahun 1990-an tradisi ini kembali dihidupkan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Tahun 2009, beberapa lembaga-lembaga kemanusiaan dan organisasi pelindung satwa sudah angkat suara untuk menentang tradisi ini. Namun, dari pemerintah China belum ada tindakan tegas.

"China tidak memiliki undang-undang yang komprehensif untuk memastikan kesejahteraan hewan atau Undang-Undang anti kekejaman untuk melindungi hewan," kata Peter Li, penasehat kebijakan China untuk Humane Society International. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin