Dalam festival ini, peserta yang terdiri dari anggota suku Wodaabe dibagi menjadi 15 kelompok berdasarkan garis keturunan. Perlu diketahui, sebagian besar dari mereka sudah dijodohkan sejak kecil oleh orang tua mereka.
Meskipun telah dijodohkan sejak kecil, pernikahan baru dilakukan ketika mereka dewasa. Festival Gerewol menjadi momen bagi mereka untuk mencari pasangan hidup baru di luar perjodohan tersebut.
Selain adu gigi putih, tradisi unik lainnya yang dilakukan oleh Suku Wodaabe adalah menculik istri orang. Bagi mereka, menculik istri bukanlah tindakan kriminal, melainkan bentuk ekspresi cinta dan ketertarikan terhadap seorang wanita.
Pria yang berhasil menculik seorang wanita akan dianggap sebagai pria yang berani dan memiliki daya tarik yang kuat. Wanita yang diculik pun tidak akan merasa dipaksa, karena mereka memiliki kebebasan untuk menolak atau menerima lamaran dari pria yang menculiknya.
Berbeda dengan kebanyakan budaya yang mengutamakan kecantikan wanita, Suku Wodaabe justru menempatkan kecantikan pria sebagai pusat perhatian. Para pria suku ini berlomba-lomba mempercantik diri.
