UAS kemudian menjawab tidak ada tawar menawar bagi orang-orang yang menghina Nabi Muhammad.

"Syekh Al-Azhar, Guru kami di Al-Azhar Kairo, Mufti Al-Azhar, ulama Al-Azhar Syekh Ali Jum'ah menolak ajakan Presiden Perancis untuk menghentikan boikot. Tidak ada tawar-menawar, bahwa mereka kedutaan Perancis di Kairo menelepon Syekh Azhar supaya membuka boikot ini. Tidak, umat Islam wajib memboikot," ujar UAS.

"Kami bisa minum susu produk kami, kami bisa makanan produk kami. kalian masih mengejek ini adalah salah satu bahwa kita punya kekuatan ekonomi kami punya solidaritas luar biasa tidak ada tawar-menawar dengan para penghina Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam," pungkas Ustadz Abdul Somad. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali