Lebih lanjut, ia mengatakan, biasanya di lahan yang ia kelola mampu menghasilkan hampir dua ribu buah jagung, kini dua ratus buah jagung saja tidak cukup.
"Saya tidak tau berapa luas lahan ini, biasanya kita kalau panen jagung tua itu bisa hapir dua ribu buah jagung, kini tidak cukup di dua ratus buah," keluh Jarima.
Baca Juga: Dua Remaja Dinyatakan Hilang Saat Camping di Padang Kuku Buton
Petani setempat lain, Suriana mengaku sangat merugi tahun ini. Pasalnya, jagungnya juga diserang hama ulat grayak. Ia sudah melakukan empat kali penyemprotan anti hama, namun tidak membuahkan hasil.
"Saya rugi uang, rugi tenaga juga tahun ini. Hampir tiap malam bermalam di kebun, berjaga dari serangan babi hutan. Pupuk dua kali, terus kita semprot anti hama empat kali, tapi hasilnya nihil. Jangankan mau dijual untuk konsumsi sehari - hari tidak ada," keluh Suriana.
