Di tempat yang sama, La Ino selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, berkembangnya era revolusi industri 5.0 tentu saja berdampak pada masyarakat dalam aspek bahasa dan budaya.

"Dengan kemajuan teknologi yang sedang berkembang sekarang, kami dari Fakultas Ilmu Budaya harus melek terhadap isu ini khususnya dalam perspektif bahasa dan budaya sehingga terlaksana lah seminar internasional ini," tuturnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIB ini menambahkan, pihaknya menaruh perhatian pada pencegahan kepunahan bahasa dan budaya.

"Produk bahasa dan budaya nantinya bisa punah jika kita tidak melakukan usaha preventif, sehingga kami pikir harus dilakukan pendigitalisasian apalagi dalam menghadapi era masyarakat 5.0," tambahnya.

Sehubungan dengan itu, seminar internasional tersebut menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.