"Seingat saya dari sekitar 200 lebih perusahaan tambang di wilayah Sulawesi Tenggara, baru ada dua perusahaan yang menyelenggarakan konsultasi publik, dan baru Antam yang mengundang seperti ini," ungkapnya.

General Manager (GM) PT Antam UBPN Konawe Utara, Hendra Wijayanto menyampaikan komitmennya untuk melakukan operasi pertambangan yang memenuhi standar.

Sejak didirikan pada 1 Juli 2021 lalu, UBPN Antam Konawe Utara sendiri telah mensukseskan banyak program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar operasional tambangnya.

Kali ini pihaknya berupaya untuk melakukan PPM, yang menjadi mandatoru bagi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Melalui Rencana Induk PPM ini, Antam UBPN Konut berkomitmen menjalankan program-program PPM yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengembangkan potensi ekonomi, mengoptimalkan pengembangan sosial dan budaya, serta meningkatkan kualitas infrastruktur dasar. Program-program tersebut akan dijadikan dalam lima tahun mendatang mulai dari 2023-2027.