"Pertemuan kali ini diharapkan dapat membuka peluang sinergi, kolaborasi dan menerima masukan dari semua pihak terhadap program PPM yang akan kami susun,” kata Hendra.
Hasil dari konsultasi tersebut, Antam menerima banyak masukan dan saran dari pemerintah daerah untuk berkolaborasi bersama para pemangku kebijakan seperti kolaborasi dengan semua pihak, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan Hortikultura, Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa, bahkan dari LSM seperti WALHI dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman.
Ada empat yang disimpulkan setelah pertemuan hangat Antam dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, yakni:
1. Antam berkomitmen untuk mensinergikan program PPM supaya tidak tumpang tindih dengan membuka ruang sinergi dan kolaborasi melalui pemerintah, LSM, serta pihak-pihak terkait lainnya.
2. Seluruh OPD dan LSM membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan Antam supaya memastikan program-program tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.
