Khusnudin mengatakan UPBU Sugimanuru berkomitmen semaksimal mungkin berusaha agar maskapai penerbangan bisa melayani penerbangan penumpang dari dan ke Pulau Muna. Ia berharap ada kabar baik di awal Oktober 2024 terkait hal ini.

“Selama ini pelayanan bandara selalu siap operasi yaitu pelayanan tetap dilaksanakan walaupun penerbangan bersifat regular tidak ada. Tetapi jika ada pesawat charter atau pesawat yang akan masuk ke bandara, pelayanan bandara selalu siap yakni pelayanan dibuka dari 07.00 - 16.00 WITA,” ujarnya.

Menengok ke belakang, Khusnudin menyebut jumlah penumpang pada periode tahun 2017 - 2020 masih bagus atau memadai. Namun, sejak pandemi Covid19 muncul, penumpang menurun karena tidak ada kepastian dari perusahaan maskapai dan juga biaya avtur dan operasional ATR yang terlalu tinggi.

Kondisi itu memaksa perusahaan maskapai penerbangan melakukan pembatasan layanan penerbangan, termasuk dari dan ke Pulau Muna.

“Terlebih lagi di Pulau Muna daya beli masyarakat kurang dengan harga (tiket) Rp 1,7 juta dibandingkan dengan Kendari yang dibanderol harga tiket Rp 700 ribu,” urai Khusnudin.