Baca Juga: Ternyata Ini Sosok di Balik Sound Viral Ampun Pakde FYP TikTok
Fenomena ini berlangsung sekitar 30 menit dengan intensitas hujan yang cukup deras. Butirannya terasa lembut seperti agar-agar, sehingga warga memilih menghindar agar tidak terkena langsung.
Belum diketahui apakah hujan jelly ini terjadi di seluruh desa atau hanya di satu lokasi. Kejadiannya yang berlangsung malam hari membuat pengamatan warga terbatas. Namun, warga tetap berusaha mengabadikan peristiwa ini untuk membagikannya di media sosial.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memberikan penjelasan terkait fenomena ini. Menurut Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo, Roni Ridwan Bandani, ada tiga kemungkinan penyebab hujan jelly.
"Penyebab fenomena ini bisa berasal dari proses biologis, fenomena meteorologi, atau pencemaran lingkungan," kata Roni dalam keterangan resminya.
