Setan tak henti-hentinya membisikkan hal tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah mau melakukan apa yang dibisikkannya itu. Sang ahli ibadah kemudian mendekat ke pintu rumah wanita tadi. Ia bercakap-cakap dengannya. 

Padahal selama ini ia tak pernah beranjak dari tempat ibadahnya. Kalau pun untuk mengajak berbicara kepada si wanita itu, ia melakukannya dari atas dan tidak mau turun ke bawah. Cukup lama kebiasaan yang dilakukan oleh sang ahli ibadah tersebut. 

Selanjutnya, setan datang kepada sang ahli ibadah dan berbisik, “Jika engkau masuk ke dalam rumahnya, lalu engkau bercakap-cakap dengannya, itu lebih baik. Sebab, jika engkau ada di dalam, wanita itu tidak harus kelihatan oleh orang lain.”

Ahli ibadah ini mengikuti saran setan sehingga ia pun masuk ke dalam rumah perempuan itu. Hampir seharian penuh, setiap hari, si ahli ibadah bercakap-cakap dengan wanita itu. Ketika waktu telah menjelang sore, ia baru naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadahnya. 

Tiap saat, iblis datang kepada ahli ibadah untuk merayunya. Akhirnya, si ahli ibadah sampai dapat memegang paha wanita tersebut dan menciumnya. Iblis tak henti-hentinya mengganggu ahli ibadah dan wanita tersebut sampai terjadilah perzinahan.