BOMBANA, TELISIK.ID - Warga Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, bertahun-tahun berjuang bertahan hidup di tengah sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Mapila, Sudirman saat ditemui Telisik.id mengatakan, masyarakatnya telah menghadapi situasi ini selama bertahun-tahun.

"Sumber air ada, jaraknya 11 kilometer melayani beberapa desa di Kabaena Utara, akhirnya yang sampai disini tinggal setetes dan tidak bisa diharapkan," kata Sudirman.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya, Sudirman menyisipkan anggaran untuk membeli air untuk dibagikan, setiap rumah mendapat 2 hingga 3 jeriken.

Baca Juga: Dipasok Kelompok Peternak, Harga Telur di Bombana Normal