Ia yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan batagor merasa rugi setelah naiknya harga gas baru-baru ini.
Warga lain, Hartati yang sehari-hari menjual nasi dan lauk pauk, sudah empat kali berkeliling pangkalan di Kota Kendari tapi hasilnya nihil. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali menggunakan tungku untuk memasak menunggu gas elpiji tersedia lagi.
Pemilik pangkalan, Wati mengatakan, pihaknya biasanya mendapat jatah empat kali pembagian dalam sebulan, dengan jumlah 50 tabung gas per sekali pembagian.
Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp 70.000 Per Tabung di Kota Kendari
Ia mengakui kelangkaan gas elpiji akhir-akhir ini karena sudah sebulanan pembagian tabung baru dilakukan sekali oleh pihak pertamina.
