“Sudah banyak yang menanam nilam, bukan hanya petani, bahkan pejabat pun membawa nilam untuk disuling,” ungkapnya.
Selain petani dan penyuling, penanaman nilam yang marak juga membawa berkah bagi penjual penutup kemasan nilam. Alsan, salah seorang penjual penutup kemasan nilam, mengungkapkan bahwa omset yang ia peroleh bisa mencapai Rp 1 juta per minggu.
Penjualannya meliputi berbagai jenis penutup kemasan nilam yang terbuat dari kemasan minuman bekas, seperti kulit teh gelas big dan gelas es buah. Harga penutup nilam bervariasi, mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram, tergantung jenis kemasan.
Harga yang menjanjikan dan proses yang terjangkau, penanaman nilam telah menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat Muna Barat. Potensi ini memberikan dampak positif baik bagi petani, penyuling, maupun pelaku usaha pendukung lainnya. (B)
Penulis: Putri Wulandari
