Baca juga: Israel dan Hamas Palestina Sepakat Hentikan Pertempuran

Meski sudah melakukan gencatan senjata, Hamas dan sejumlah milisi lain di Jalur Gaza masih bersiaga jika sewaktu-waktu Israel kembali meluncurkan serangan. Mereka juga memerintah Israel berhenti melakukan kekerasan terhadap penduduk Palestina di Yerusalem.

"Memang benar pertempuran berakhir tetapi Netanyahu dan seluruh dunia harus mengetahui bahwa kami masih siaga dan kami akan terus meningkatkan kemampuan untuk melawan," kata anggota Biro Politik Hamas, Ezzat El-Reshiq, seperti dilansir Reuters.

Ezzat menyatakan, Hamas mengajukan syarat supaya kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dilindungi dan Israel berhenti mengusir penduduk Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di timur Yerusalem.

Peperangan antara Israel dan milisi Palestina yang berlangsung selama sebelas hari sejak 10 Mei lalu menelan korban jiwa 232 penduduk Jalur Gaza. Sebanyak 65 orang di antaranya anak-anak.