Ia juga mengungkapkan, harapan untuk mendapatkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SKT) atas tanah yang telah mereka kelola selama bertahun-tahun. Bagi mereka, memiliki tanah adalah bagian dari kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan. Mereka berharap pemerintah dapat membantu.

Warga juga menyoroti kondisi infrastruktur di daerah tersebut. Mereka menginginkan pembangunan jembatan dan peningkatan akses ke ibu kota kecamatan, agar harga pupuk dan bahan pokok menjadi lebih terjangkau.

Ia juga menyampaikan kesulitan yang dialami akibat akses yang sulit, seperti harga bensin yang menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan daerah lain.

"Harga perbotol di sini Rp 18.000, untuk pupuk Poska capai Rp 350. 000 karena tidak ada subsidi," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Tonggala, Supardi mengatakan harapannya agar perbaikan infrastruktur jalan dapat terlaksana, guna menunjang perekonomian masyarakat.