"Dari Desember 2022 janjinya akan diperbaiki tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut, akibat kerusakan jalan tersebut sangat sering terjadi kecelakaan, karena kondisi jalan yang sempit," katanya, Kamis (9/2/2023).

Dani mengungkapkan, debu jalanan yang berserakan sampai masuk ke dalam warung dan rumah masyarakat.

"Kita saja orang tua sangat terganggu saluran pernapasan apalagi anak-anak, akibat debu jalanan yang tidak ada perhatian dari pemerintah," ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera mengaspal jalan tersebut, apa lagi posisinya dekat dengan kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

Salah satu pengguna jalan, Ahmad Husen (32) mengaku terganggu dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Banyaknya debu sangat mengganggu pernapasan pengguna jalan yang melintasi lokasi tersebut, apa lagi masyarakat sekitar cukup resah.