KENDARI, TELISIK.ID - Penduduk jazirah Arab terkenal dengan keindahan bahasanya, bahkan semenjak kecil pun mereka sudah pandai dalam berbahasa maupun bersyair.
Bagaimana tidak, dalam bahasa Arab perbedaan harakat dapat mempengaruhi suatu makna kalimat atau kata, seperti al-birru (kebaikan), al-barru (daratan), dan al-burru (gandum), termasuk dalam istilah "muhrim" dan "mahram" yang seringkali penyebutannya bukan pada tempatnya.
Pasalnya, sering menemukan orang berkata "muhrim" padahal pada hakikatnya yang ia bermaksud "mahram", ataupun sebaliknya.
Melansir islam.nu.or.id, berikut penjelasan tentang siapakah muhrim itu dan siapakah mahram dalam pandangan Islam:
1. Muhrim
