JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri BUMN Erick Thohir melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun 2025. Sebesar Rp 44 triliun ini akan dialokasikan kepada 16 perusahaan pelat merah.
Menurut Erick Thohir, langkah ini adalah perbaikan lima tahun terakhir yang kini dibiayai dari capaian dividen. Selama lima tahun terakhir, PMN telah terserap lebih dari 90 persen dengan penyerapan optimal pada 2023 dan 2024.
Mayoritas PMN (89 persen) dialokasikan untuk penugasan pemerintah, termasuk program listrik desa, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, infrastruktur dan konektivitas seperti LRT, jalan tol, dan pelabuhan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (11/7/2024).
Setiap fraksi memberikan catatan sebelum persetujuan. PDIP menolak pemberian PMN untuk PT Danareksa sebesar Rp 2 triliun dan Perumnas sebesar Rp 1 triliun. Namun, usulan PMN untuk 16 BUMN akhirnya disetujui.
Fraksi meminta Menteri BUMN memastikan PMN digunakan secara produktif, efektif, dan efisien untuk peningkatan kinerja korporasi BUMN sesuai prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
