Cerita 2 PSK Ngaku Dibayar Pakai Uang Palsu Usai Main dengan Pelanggan, Berujung Lapor Polisi

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 26 Juli 2026
0 dilihat
Cerita 2 PSK Ngaku Dibayar Pakai Uang Palsu Usai Main dengan Pelanggan, Berujung Lapor Polisi
Ilustrasi, Dua PSK di Tanjung Elmo melapor setelah menerima pembayaran menggunakan uang palsu. Foto: Repro iStockphoto

" Dua pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Tanjung Elmo, Kabupaten Jayapura, Papua, melaporkan pelanggannya ke kepolisian setelah diduga menerima pembayaran menggunakan uang palsu. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan karena identitas pelaku belum diketahui "

JAYAPURA, TELISIK.ID - Dua pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Tanjung Elmo, Kabupaten Jayapura, Papua, melaporkan pelanggannya ke kepolisian setelah diduga menerima pembayaran menggunakan uang palsu. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan karena identitas pelaku belum diketahui.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Patrige Renwarin, mengatakan kedua korban masing-masing bernama Rini (40) dan Tumi (45). Keduanya mengaku menerima uang palsu pecahan Rp 100 ribu yang digunakan sebagai pembayaran oleh pelanggan.

Rini Baru Menyadari Setelah Bangun Tidur

Peristiwa pertama dialami Rini yang bekerja di Wisma Pelangi. Pada Jumat, 27 Maret 2015, ia melayani seorang pelanggan di tempatnya bekerja.

Setelah selesai berkencan sekitar pukul 01.00 Wit, pelanggan tersebut memberikan uang tips sebesar Rp 200 ribu sebelum meninggalkan lokasi.

Rini tidak langsung menyadari uang yang diterimanya merupakan uang palsu. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah bangun sekitar pukul 05.00 Wit dan memeriksa uang yang diterimanya.

Baca Juga: PSK Ketahuan Pemanasan di Atas Ranjang saat Digrebek, Ngaku Sering Dipesan Pelajar hingga Cuan Rp 5 Juta Semalam

Mengetahui uang tersebut bukan uang asli, Rini kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas keamanan setempat bernama Nasir agar diteruskan kepada pihak kepolisian.

Tumi Mengalami Kejadian Serupa

Keesokan harinya, Sabtu, 28 Maret 2015, Tumi yang bekerja di Wisma Idaman juga mengalami peristiwa serupa. Ia menerima uang tips sebesar Rp 200 ribu yang kemudian diketahui merupakan uang palsu.

Tumi mengaku tidak dapat mengingat pelanggan yang memberikan uang tersebut. Pada hari itu, ia melayani sekitar enam orang tamu sehingga kesulitan mengidentifikasi siapa yang menyerahkan uang palsu.

Kesamaan modus dalam dua kejadian tersebut membuat polisi menduga pelaku memiliki keterkaitan.

Polisi Selidiki Dugaan Peredaran Uang Palsu

Polda Papua menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu di kawasan lokalisasi Tanjung Elmo.

Namun, upaya penyelidikan menghadapi kendala karena kedua korban tidak mengetahui identitas pelanggan yang menyerahkan uang tersebut.

Baca Juga: Mantan PSK Ini Ngaku Sudah Tidur Lebih dari 10 Ribu Pria dan Beber Fakta Dunia Malam

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Patrige Renwarin, mengatakan kasus serupa pernah terjadi di kawasan yang sama beberapa tahun sebelumnya.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Dan transaksi menggunakan uang palsu seperti ini juga pernah terjadi di lokalisasi Tanjung Elmo pada tahun 2005," kata Patrige, seperti dikutip dari suara.com jaringan telisik.id, Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan kedua korban, terdapat dugaan bahwa pelaku berasal dari kelompok yang sama karena memiliki pola yang serupa.

"Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga orang dari kelompok yang sama karena ciri-ciri uang palsu yang digunakan untuk transaksi di lokalisasi tersebut pun sama," ujar Patrige.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri asal-usul uang palsu yang digunakan dalam transaksi tersebut. Polisi juga berupaya mengidentifikasi pelaku untuk mengungkap dugaan peredaran uang palsu di kawasan lokalisasi Tanjung Elmo. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga