adplus-dvertising

Didukung Keluarga, Gadis Asal Kendari Ini Mantap Jadi Mualaf

Nurdian Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 08 Oktober 2021
21532 dilihat
Didukung Keluarga, Gadis Asal Kendari Ini Mantap Jadi Mualaf
Charen Aprisia mantap jadi mualaf dengan dukungan dari keluarga. Foto: Ist.

" Kisah Charen yang memutuskan untuk memeluk Islam sebenarnya dimulai saat usianya menginjak 19 tahun. "

KENDARI, TELISIK.ID - Lahir dari orang tua yang beragama Kristen, gadis dengan nama lengkap Charen Aprisia ini memilih untuk menjadi mualaf.

Kisah Charen yang memutuskan untuk memeluk Islam sebenarnya dimulai saat usianya menginjak 19 tahun.

Saat itu dia terpaksa harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya berpisah karena adanya perbedaan pendapat.


Karena kejadian itu, Charen akhirnya mengikuti ibunya untuk kembali ke kampung halaman di Makassar, dan di sanalah kisah spiritual Charen dimulai.

Charen bercerita bahwa ia sudah lama ingin memeluk agama Islam. Hal ini dikarenakan keluarga dari ibunya yang ternyata adalah seorang Muslim.

Dengan lingkungan tempat tinggal gadis itu yang dominan beragama Islam, membuat keinginan gadis itu semakin besar untuk segera memeluk Islam.

Baca juga: Ini Alasan Ilmuwan Prancis, Maurice Bucaille Jadi Mualaf Setelah Meneliti Mumi Firaun

Baca juga: Kisruh Demokrat AHY Tunjuk Hamdan Zoelva Jadi Pengacara, Yusril: Jeruk Makan Jeruk

“Waktu saya masih tinggal sama bapak, setiap mau beribadah ke gereja saya diharuskan berangkat sama beliau. Tetapi karena sekarang udah pisah sama ibu, jadi saya memutuskan untuk menjadi mualaf,“ ungkapnya, Rabu (6/10/2021).

“Tapi alasan utama saya untuk berislam bukan karena hal tersebut, melainkan memang keinginan saya yang sejatinya berasal dari dalam diri sendiri,“ tambahnya.

Lebih lanjut, Charen mengatakan bahwa keputusannya untuk memilih Islam sebagai agamanya, juga mendapatkan respon yang baik serta dukungan penuh dari keluarganya.

Bahkan ibu dan kedua adiknya, yang sampai saat ini masih dengan keyakinan lamanya, tetap berpesan kepadanya agar Charen bersungguh-sungguh dengan keputusan yang telah dibuatnya.

“Mama pernah bilang begini sama saya, kalau saya sudah yakin dengan pilihan yang saya buat, saya harus menjalaninya dengan sebaik mungkin dan jangan hanya menjadi islam di KTP saja,“ pungkasnya.

Di akhir ceritanya, gadis berusia 21 tahun tersebut berharap dengan agama yang dipeluknya saat ini, semoga ke depannya ia dapat lebih istiqomah lagi. Dan mempunyai hidup yang lebih baik lagi. (A)

Reporter: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga