KENDARI, TELISIK.ID - Musibah adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh jiwa. Padamnya lampu saat dibutuhkan penerangan adalah musibah, demikian Imam ar-Razy, dalam tafsirnya mengutip satu riwayat yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW.
Dikutip dari Kalam.sindonews.com, musibah dan bencana adalah salah satu sunnatullah. Tak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali atas izin Allah SWT. Di antara musibah yang terjadi, Allah menjadikan sebagai penggugur dosa bagi hamba-Nya dan ada juga yang jadi peringatan untuk diambil pelajaran.
Selanjutnya dengan merujuk kepada ayat-ayat Al-Qur'an, ditemukan aneka musibah yang dapat menimpa manusia pada diri, keluarga, harta jiwa, dan agamanya.
Dikutip dari Republika.co.id, Yang paling berat dari sekian musibah adalah yang menimpa keberagamaan seseorang. "Semua musibah ringan asal tidak menimpa agama." Demikian ungkapan populer dalam literatur agama.
Dilansir dari Kalam.sindonews.com, Ustaz Rikza Maulan, Dai lulusan Al-Azhar Mesir mengatakan, sebagai manusia, kita perlu introspeksi diri atas setiap musibah dan bencana yang menimpa. Sebab, bisa jadi hal tersebut adalah karena perilaku kita yang mendatangkan murka dari Allah SWT.
