JAKARTA, TELISIK.ID - Kaesang Pangarep baru saja dua tahun menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), namun partai ini sudah menyiapkan pemulihan kepemimpinan untuk masa depan.

Pemilu Raya, yang rencananya digelar pada Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah, akan menjadi ajang penentuan Ketua Umum baru, sebagai langkah lanjutan transformasi politik PSI yang ingin tetap relevan dengan keinginan masyarakat, khususnya anak muda.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, yang menyebutkan bahwa pemilihan Ketua Umum menggunakan sistem Pemilu Raya ini bukan hanya sekadar agenda internal partai, tetapi juga merupakan bentuk keterbukaan dan demokrasi bagi seluruh anggota PSI.

"Pemilu Raya akan menjadi awal bagi PSI untuk menjadi 'Partai Super Terbuka', yaitu sebuah partai yang dimiliki oleh semua anggota, bukan partai milik keluarga atau elite tertentu," ujar Andy, seperti dikutip dari Tribunnews, Rabu (30/4/2025).

Dengan menggunakan sistem "one man, one vote," setiap anggota PSI berhak memilih ketua umum untuk periode berikutnya, menunjukkan betapa pentingnya partisipasi anggota dalam proses politik di dalam partai ini.