Tutup Pasar Hewan 4 Daerah di Jatim, Seribu Lebih Ternak Diserang PMK

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Minggu, 08 Mei 2022
0 dilihat
Tutup Pasar Hewan 4 Daerah di Jatim, Seribu Lebih Ternak Diserang PMK
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di salah satu kandang ternak di Gresik. Foto: Ist.

" PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100% "

SURABAYA, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat, hingga saat ini ada 1.247 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100%.

"Namun yang perlu kita ketahui bersama, penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan saja,” jelasnya, aminggu (8/5/2022).

Mantan mensos ini mengatakan kepada para pemilik maupun peternak untuk mengisolasi serta mengkarantina seluruh hewan ternak yang terjangkit maupun masih sehat guna memberikan proteksi sehingga penularan pada wabah ini bisa dikendalikan mulai dari kecamatan.

Menurutnya, karantina bisa dilakukan mulai dari kecamatan atau desa yang memiliki kandang hewan ternak yang jaraknya berdekatan. Alasannya, penularan virus PMK ini bisa terjadi lewat udara atau Airbone yang mirip dengan COVID-19 sehingga langkah antisipatifnya bisa lebih mudah dan tidak meluas nantinya.

Baca Juga: Beredar Akun Palsu Mengatasnamakan Bupati Buton di Facebook

Diharapkan, lanjut Ketum Muslimat NU ini, kecamatan yang tidak terkonfirmasi positif PMK juga melalukan upaya karantina dan isolasi terlebih dahulu. Jangan sampai ada interaksi antara ternak yang terkonfirmasi positif dengan ternak yang masih sehat.

Baca Juga: Arus Balik Idul Fitri 2022, Pelabuhan Reo NTT Terpantau Normal

"Saya minta agar hewan ternak seperti sapi-sapi yang terkena wabah PMK atau yang belum segera diproteksi dengan cara tidak dibawa keluar kandang terlebih dahulu. Kalau penyebarannya melalui transmisi udara, maka hewan yang di dalam jangan keluar dan hewan yang dari luar jangan masuk ke dalam. Pola pencegahan ini mirip dengan penanganan COVID-19," ujarnya.

Khofifah juga  mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada Menteri Pertanian terkait penetapan status wabah PMK pada 4 kabupaten yang dinyatakan positif, melakukan pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju daerah wabah.

Khofifah menegaskan, untuk sementara waktu pasar hewan di empat daerah ini akan ditutup guna meminimalisir penyebaran virus PMK. Pasar Hewan sementara waktu ditutup untuk mengurangi transmisi penyebaran antara yang terkonfirmasi positif maupun negatif. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga