Cerita Siswi SMA Nyambi PSK Gegara Sulit Cari Kerja Tanpa Ijazah, Sebut Orang Tua Tak Larang Open BO
Reporter
Minggu, 28 Juni 2026 / 9:11 pm
Ilustrasi, dua siswi jadi pekerja seks karena sulit cari kerja tanpa ijazah dan tekanan ekonomi. Foto: Repro Pinterest
TANGERANG, TELISIK.ID - Cerita dua siswi yang diduga menjadi PSK di Tangerang mengungkap sulitnya mencari pekerjaan tanpa ijazah, sementara salah satunya mengaku orang tuanya mengetahui praktik open BO.
Seorang gadis berusia belasan tahun terjaring razia yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sebuah hotel di Kota Tangerang, 10 Juni 2021.
Remaja tersebut diduga bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) dengan menawarkan jasa melalui sistem booking out (BO).
Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah (Kabid Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang, Iwan Syarifudin, menjelaskan gadis yang disamarkan namanya menjadi Yuni itu baru saja lulus dari bangku sekolah menengah atas (SMA).
Baca Juga: Cerita PSK Cantik Rela Dibayar Murah, Ingin Pulang ke Kampung Halaman Jumpa Ibu
Saat diamankan, Yuni sempat meminta petugas agar tidak menghubungi kedua orang tuanya. Ia mengaku khawatir keluarganya mengetahui aktivitas yang dijalaninya.
"Pak maaf tolong jangan telepon orang tua saya, nanti mereka marah kalau tau," ujarnya, seperti dikutip dari Tribunnews, Minggu (28/6/2026).
Pada awal pemeriksaan, Yuni dinilai tidak kooperatif. Namun, setelah diberikan penjelasan oleh petugas, ia mulai menyampaikan alasan yang membuatnya memilih pekerjaan tersebut.
Menurut pengakuannya, kesulitan ekonomi menjadi penyebab utama. Setelah lulus sekolah, ia belum memperoleh pekerjaan karena ijazahnya belum diterbitkan sehingga kesulitan memenuhi persyaratan administrasi saat melamar kerja.
"Lagi kayak gini bagaimana saya mau cari kerja. Ijazah saja saya belum ada baru lulus tahun ini," katanya.
Dalam razia yang sama, Satpol PP juga mengamankan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun yang disamarkan namanya menjadi Novi. Ia mengaku menjalani pekerjaan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup setelah kedua orang tuanya bercerai.
Novi mengatakan penghasilan yang diperolehnya sebagian besar dikirim kepada keluarga. Ia mengaku hanya menyisakan sedikit uang untuk kebutuhan pribadi.
"Cuma ambil buat jajan sama makan aja, sisanya dikirim semua. Boro untuk foya-foya," ujarnya.
Baca Juga: Cerita PSK Cantik Jadikan Remaja Pelampiasan, Trauma Efek TikTok
Berbeda dengan Yuni, Novi menyatakan ibunya telah mengetahui pekerjaan yang dijalaninya. Ia bahkan tidak keberatan apabila petugas menghubungi keluarganya.
"Ya sudah telepon saja enggak apa-apa kok. Mama tahu kok saya kerjaannya begini," katanya.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Satpol PP Kota Tangerang menggelar razia di sejumlah hotel sebagai bagian dari penegakan peraturan daerah. Kedua remaja itu kemudian diamankan untuk menjalani pendataan dan pembinaan sesuai prosedur yang berlaku.
Kasus ini pertama kali diberitakan pada Juni 2021 dan menjadi perhatian publik setelah pengakuan kedua remaja tersebut mengungkap alasan ekonomi serta sulitnya memperoleh pekerjaan seusai lulus sekolah tanpa memiliki ijazah. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS