Gerakan Pangan Murah di Kota Kendari Tawarkan Harga di Bawah Pasar hingga 26 Juli 2026

Laode Muh. Faisal

Reporter

Kamis, 23 Juli 2026  /  7:58 pm

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari hingga 26 Juli 2026. Foto: Laode Muh. Faisal/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Balai Kota Kendari pada 23-26 Juli 2026, setelah sebelumnya sukses digelar pada 14-20 Juli 2026.

GPM kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kendari Half Marathon 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Kendari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan serta sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Kendari.

"Target kita untuk menstabilkan harga, serta mempermudah masyarakat kita untuk mendapatkan pangan yang terjangkau," ungkap Rauf, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Gadis Asal Buton Tengah Ini Rela Nyambi ART di Kendari Bergaji Rp 50 Ribu Sehari, Target Mau jadi Perawat

Disebutnya, pada GPM kali ini, pihaknya hanya menyediakan sebanyak tujuh tenan untuk distributor, terdiri dari distributor beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang, cabai, serta produk hortikultura lainnya.

Pihaknya berharap, selain mestabilkan harga dan menekan inflasi di sektor pangan, GPM yang digelar dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

"Dampak yang kita harapkan itu utamanya adalah membantu masyarakat, tidak hanya masyarakat miskin, tetapi semua masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga yang sesuai," pungkas Rauf.

Senada dengan Rauf, Kepala Disparekraf Kota Kendari, Hermawati, berharap kegiatan pangan murah yang digelar dapat menstabilkan harga dan berdampak pada masyarakat.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pendidikan Anak Pesisir Lewat Program RASI

"Karena ini kan selaras dengan program pemerintah pusat dan juga pemerintah kota dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga," ujar Hermawati.

Sementara itu, salah satu distributor pangan, Aisyah, mengungkapkan bahwa tujuan mengikuti GPM adalah untuk membantu menstabilkan harga, agar harga-harga di pasaran tidak melambung tinggi.

Ia menyebut komoditas pangan yang dijual di pangan murah mayoritas di bawah harga pasar. Di antaranya komoditas telur ayam dijual Rp 45 ribu per rak, bawang merah Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram (kg), bawang putih Rp 40 ribu per kg, gula pasir Rp 19 ribu per kg, dan komoditas lainnya di bawah harga pasar.

"Adanya pasar murah ini sangat membantu masyarakat, karena harga yang kami tawarkan di sini terjangkau dan lebih murah," ucap Aisyah. (A)

Penulis: Laode Muh. Faisal

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS