Gadis Asal Buton Tengah Ini Rela Nyambi ART di Kendari Bergaji Rp 50 Ribu Sehari, Target Mau jadi Perawat
Tim Telisik, telisik indonesia
Kamis, 23 Juli 2026
0 dilihat
Sambil menyapu rumah, Raika Amelia menata mimpi menjadi perawat meski bergaji Rp 50 ribu sehari. Foto: Annisa Putri/Telisik
" Demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencari pengalaman kerja, Raika Amelia, gadis berusia 18 tahun asal Buton Tengah, memilih merantau ke Kota Kendari hanya sepekan setelah lulus dari SMA Negeri 1 Sangia Wambulu "

KENDARI, TELISIK.ID - Demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencari pengalaman kerja, Raika Amelia, gadis berusia 18 tahun asal Buton Tengah, memilih merantau ke Kota Kendari hanya sepekan setelah lulus dari SMA Negeri 1 Sangia Wambulu.
Keputusan itu menjadi langkah awalnya untuk belajar mandiri sambil mengejar impian menjadi seorang perawat.
Raika kini bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di sebuah rumah di Jalan Saranani II, Kota Kendari. Ia mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut selama kurang lebih satu bulan sejak meninggalkan kampung halamannya.
Keputusan merantau tidak diambil tanpa pertimbangan. Selain ingin memperoleh pengalaman kerja pertama setelah lulus sekolah, Raika memilih Kendari karena kakaknya telah lebih dulu tinggal di kota tersebut sehingga dapat memberikan pendampingan selama dirinya jauh dari kedua orang tuanya.
Kesempatan bekerja diperoleh setelah bapak pemilik rumah kos tempat ia tinggal menawarkan pekerjaan sebagai ART. Pemilik rumah kos tersebut merupakan pasangan suami istri yang kemudian menjadi majikannya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pendidikan Anak Pesisir Lewat Program RASI
Tidak hanya memberikan pekerjaan, pasangan tersebut juga mengizinkan Raika tinggal di rumah kos milik mereka tanpa dikenakan biaya sewa. Fasilitas itu membantu Raika menghemat pengeluaran sehingga penghasilannya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kesehariannya, Raika bertanggung jawab memasak, mencuci pakaian, mencuci piring, menyapu, mengepel lantai, hingga membereskan rumah. Ia bekerja setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 Wita. Meski demikian, ia diperbolehkan beristirahat setelah seluruh pekerjaannya selesai.
"Saya memilih bekerja karena ingin mencari pengalaman dan belajar mandiri. Saya merantau tanpa orang tua sehingga penghasilan ini saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Raika kepada primesultra.com, Jumat (17/7/2026).
Raika mengaku bersyukur karena mendapatkan lingkungan kerja yang mendukung. Menurutnya, bantuan tempat tinggal yang diberikan majikannya sangat berarti selama menjalani kehidupan di perantauan.
"Alhamdulillah, bapak dan ibu yang menjadi majikan saya mengizinkan saya tinggal di rumah kos milik mereka tanpa membayar uang kos. Kalau saya masih harus membayar kos, mungkin penghasilan yang saya terima tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan itu sangat meringankan beban saya selama merantau jauh dari orang tua," katanya.
Pada awal bekerja, Raika mengaku sempat merasa canggung karena belum terbiasa dengan lingkungan maupun pekerjaannya. Namun, pengalaman membantu pekerjaan rumah sejak tinggal bersama keluarga membuatnya perlahan mampu menyesuaikan diri.
Merantau jauh dari kedua orang tua juga menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku kerap merasakan rindu kepada keluarga. Meski begitu, Raika berusaha tetap bertahan karena ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sejak masih duduk di bangku SMA, Raika memiliki cita-cita menjadi seorang perawat. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya belum dapat langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional SDN 52 Kendari Beri Ruang Siswa Tampilkan Bakat Lewat Berbagai Lomba
Harapan itu kembali muncul ketika anak dari pasangan suami istri yang menjadi majikannya menawarkan bantuan biaya pendaftaran kuliah di jurusan keperawatan.
Selain biaya pendaftaran, majikannya juga menyatakan bersedia membantu kebutuhan pendidikan lainnya, termasuk biaya semester apabila Raika benar-benar melanjutkan kuliah. Hingga kini, rencana tersebut masih menunggu proses lebih lanjut.
Saat ini, Raika menerima upah sebesar Rp 50.000 per hari. Menurutnya, jumlah tersebut masih relatif kecil. Karena itu, apabila terdapat kesempatan kerja lain yang sesuai dengan kemampuannya dan menawarkan penghasilan lebih baik, ia mengaku bersedia mempertimbangkannya.
Meski demikian, Raika tetap bersyukur atas pekerjaan yang dimilikinya sekarang. Baginya, pengalaman bekerja menjadi bekal penting untuk melatih kemandirian sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa mendatang.
Ke depan, Raika berharap dapat melanjutkan pendidikan di bidang keperawatan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meraih kesuksesan, serta membanggakan kedua orang tuanya. Ia juga berpesan kepada anak-anak muda yang ingin merantau agar selalu bersikap jujur, sabar, tetap semangat, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Penulis: Annisa Putri
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS