Kisah Profesor Harvard Henry Klassen Menjadi Mualaf: Perjalanan Spiritual dari Akademisi ke Islam

Merdiyanto

Content Creator

Rabu, 28 Januari 2026  /  10:31 am

Profesor Harvard Henry Klassen memutuskan menjadi mualaf usai melakukan riset. Foto: Repro Sukabumi Headline.

JAKARTA, TELISIK.ID - Henry Klassen, seorang profesor terkemuka di Harvard University yang dikenal luas karena dedikasinya dalam penelitian kedokteran dan pengembangan terapi stem cell.

Kini menarik perhatian dunia karena perjalanan spiritualnya yang luar biasa. ia resmi menjadi seorang mualaf pada bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024.

Kabar keislamannya tersebar luas setelah sebuah video viral yang menampilkan momen saat Henry mengucapkan dua kalimat syahadat bersama seorang ulama.

Video tersebut diunggah di platform X (sebelumnya Twitter) pada pertengahan Maret 2024 dan menjadi perbincangan hangat di media sosial global.

Dalam rekaman itu, terlihat Profesor Klassen tampak duduk berdampingan dengan seorang pemuka agama yang membimbingnya dengan lembut untuk mengucapkan syahadat.

Baca Juga: Dulu Benci Islam, Joram Van Klaveren Dapat 2000 Ancaman Pembunuhan Usai Mualaf

Meski sempat gugup, ia berhasil mengikuti dan menyelesaikan kalimat sakral tersebut, dilansir dari tvonenews.com, Rabu (28/1/2026).

Setelah menyatakan keislamannya, Henry memilih nama Abdul Haq, yang mencerminkan pencariannya akan kebenaran dan pengetahuan menuju Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak hanya berhenti di pengakuan keimanan, ia juga langsung menjalani ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.

Pada hari pertama Ramadhan, ia sudah mulai berpuasa dan menunaikan shalat Tarawih, sebuah pengalaman spiritual perdana baginya sebagai seorang mualaf.

Lebih lanjut, kabar menyebutkan bahwa setelah memeluk Islam, Henry berencana untuk melakukan ibadah umrah ke Tanah Suci, sebagai lanjutan dari perjalanan spiritualnya yang baru dimulai, dilansir dari kontenislam.com, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Dapat Perlakuan Tidak Adil, Gadis Cantik Ini Tetap Istikamah di Jalan Islam

Sebelum peristiwa ini, Henry Klassen dikenal bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga ilmuwan yang menemukan terapi sel induk yang mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S. Food and Drug Administration).

Penelitian dan dedikasinya dalam kesehatan mata, terutama dalam menangani degenerasi retina genetik, telah memberinya reputasi tinggi di komunitas ilmiah internasional.

Keputusan Henry memeluk Islam mencerminkan satu dari sekian banyak kisah inspiratif yang memperlihatkan bagaimana pencarian makna dan keyakinan bisa membawa seseorang ke perubahan besar dalam hidupnya, bahkan di puncak karier akademis sekalipun. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS