Mereka telah mengikuti proses seleksi dari tahapan pendaftaran dan wawancara yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara.
“Di era sekarang tak bisa dipungkiri bahwa pemuda dan mahasiswa merupakan manifestasi atau masa depan bangsa, namun pemuda saat ini juga tidak lari dari suatu permasalahan,” ungkap Adi Maliano, Senin (25/5/2023).
Dia berharap, pelatihan kemah kebanggaan mampu menumbuhkan nilai-nilai spirit nasionalisme sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku budaya, sehingga tak boleh luntur seiring kemajuan zaman, demikian pula yang disebut cinta tanah air dan kasih sayang.
Hasir juga menegaskan, identitas bangsa adalah modal yang dapat membedakan kualitas mahasiswa ketika kelak terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya, ketika banyak bangsa di dunia cenderung sulit menerima keberagaman atau goyah diterpa budaya eksternal, pemuda Indonesia justru benar-benar siap menjadi pemimpin sekaligus agen perubahan memajukan daerah masing-masing.
Baca Juga: Jadi Kelurahan Terkotor, 17 Lurah Terancam Diganti
