"Saat itu murid di sekolah itu melakukan aksi demonstrasi secara spontan karena menolak kenaikan biaya komite Rp 100 ribu per bulan. Sedangkan ketiga guru itu berada di lokasi. Setelah insiden itu, mereka dipanggil Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan akhirnya mereka dimutasi," ucapnya.
Insiden itu merupakan pukulan yang sangat keras yang dialami oleh ketiga guru itu. Mereka sangat keberatan dan kecewa dengan itu.
Baca Juga: Gubernur Ali Mazi Mutasi Pejabat di Detik-Detik Terakhir Masa Jabatan, DPRD Bungkam
"Jadi ketiganya adalah pahlawan bangsa di dunia pendidikan, mereka dianggap sebagai komplotan provokator di lingkungan SMAN 1 Dolok Panribuan. Jadi, kami jelaskan di sini ada dugaan mal administrasi. Kami juga sudah membuat pengaduan ke Ombudsman Sumatera Utara," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Asren Nasution ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan adanya mutasi kepada ketiga guru itu.
