Dilansir National Oceanic and Atmospheric Administration, selama Perang Dunia II, situs Hanford di Amerika Serikat menjadi pusat produksi plutonium, sebuah unsur penting untuk pembuatan senjata nuklir.

Baca Juga: Netanyahu Ancam Lancarkan Serangan ke Negara Arab Selain Iran

Selama lebih dari tiga dekade, ton demi ton plutonium diproduksi di lokasi ini. Jumlah plutonium yang sangat besar yang diproduksi di Hanford telah menghasilkan limbah radioaktif dalam jumlah yang sangat banyak.

Sayangnya, beberapa limbah ini bocor dan mencemari lingkungan sekitar, seperti Sungai Columbia. Akibatnya, pembersihan situs Hanford menjadi tugas yang sangat berat bagi pemerintah AS.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daini di Fukushima, Jepang