Boleh jadi, berpotensi menghapus sakralisasi nilai agama dan tradisi leluhur budaya nusantara di era masyarakat rasional dan iptek.
Konflik peradaban tak bisa terhindari. Ditambah potensi konflik sosial, agama terus mengintai pada masyarakat multikulturalisme seperti Indonesia dan keragaman nilai agama-agama di nusantara.
Sehingga perlu seleksi kritis terhadap berbagai kemajuan nilai modernisasi teknologi, dan gempuran nilai budaya luar nusantara. Agar nilai-nilai agama bisa menjadi solusi, menciptakan resolusi konflik antar agama, antar kultur, dan berbagai perbedaan dalam konsep negara Bhineka Tunggal Ika.
Baca Juga: Krisis Kepedulian Sosial
Kita sadari, agama memiliki potensi paling sensitif berbahaya menciptakan gesekan sosial, tetapi agama juga paling sempurna mendorong lahirnya resolusi konflik di masyarakat. Paling efektif menciptakan perdamaian bagi pemeluknya.
