Politisi Hanura itu menegaskan, meski dihadapkan keterbatasan anggaran akibat pemotongan dari pusat, tidak boleh pesimis dalam penanganan sampah. Dia meminta peran semua pihak untuk saling membantu.
“Persoalan sampah bukan saja tanggung jawab pemerintah, kita harus bersama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah (di) sembarang tempat serta memanfaatkan perwakilan kita di pusah, sehingga mereka bisa memberi kontribusi, bukan hanya untuk menyoroti,” terangnya.
Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, La Ode Muhamad Marshudi, turut menegaskan bahwa penanganan sampah yang mereka akan lakukan bukan dikarenakan tergiring ulah konten kreator. Namun, semua dilakukan untuk kebaikan bersama.
Baca Juga: Penambangan PT. WIN Meluas Dekat Permukiman dan Sekolah, Warga Torobulu Desak Penghentian
Marshudi berkomitmen akan mengusahakan armada pengangkut dan alat pencacah sampah. “Jangan terlalu banyak berdiskusi, mari kita langsung action,” ajaknya.
