"Awalnya airnya muncul dengan debit yang kecil. Dari situ, saya langsung mencari alat untuk dilakukan pengeboran. Alhamdulillah, kita temukan sumber mata airnya dengan debit cukup besar," kata Rusman.

Sebelum penemuan sumber mata air itu, ada orang tua kampung menceritakannya bahwa lima tahun lalu bermimpi akan air yang muncul pada lokasi yang sudah ratusan tahun ditinggalkan penduduknya. Kemudian, suatu saat ada petinggi negara yang akan menyerahkan.

"Saat ini sudah terbukti, ketua DPD-RI meresmikan dan untuk dimanfaatkan warga," ujarnya.

Baca Juga: Porsi Insentif Honorer Nakes di Kolut Tahun 2022 Tetap Berjalan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak akan melepas begitu saja sumber mata air itu. Selain akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, kedepan, sumber mata air itu akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lahan pertanian jagung.