Baca juga: Pilihan Antara Sebab atau Akibat

DPT yang bermasalah karena dikerjakan tergesa-gesa, ketidakjelasan verifikasi dukungan calon independen, vote buying yang dibungkus dengan alasan menolong warga terkena dampak COVID-19, logistik pemilu yang telat, perhitungan suara di TPS yang tidak membuka ruang bagi para saksi karena alasan pembatasan dan jaga jarak, serta berita hoaks yang bersebaran di dunia maya.

Jika tetap memaksakan diri melaksanakan pilkada Desember 2020 sudah pasti di setiap TPS akan kita temukan petugas TPS dan para pemilih yang akan menggunakan masker, wadah air cuci tangan, hand sanitizer, termometer pengukur suhu badan.  

Kecemasan ini juga yang terlihat di beranda Facebook Bang Hadar Nafis Gumay dengan memberi judul tulisan pendeknya Perppu ‘Coba2’, tulisan pendek ini lahir sebagai respon dari terbitnya Perppu No 2 Tahun 2020 tentang Pilkada yang sekarang ditunda akan dilanjutkan dengan pemungutan suara pada bulan Desember 2020.

Jika nanti ternyata tidak dapat dilaksanakan karena bencana (corona) belum berakhir, maka akan ditunda dan dijadwal kembali. Saya sempat bekerja tiga bulan bersama Bang Hadar saat sama-sama sebagai Tim Seleksi Anggota KPU Prov Sultra tahun 2018 dan saya mengenal karakter beliau yang jujur, tegas tapi  lembut dan santun.