KENDARI, TELISIK.ID - Tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, menyebabkan produktivitas lahan persawahan petani di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari banyak yang rusak.
Ketua Gapoktan Samaenre, Arif Rante menjelaskan, panen padi mereka tahun ini tidak maksimal karena curah yang tinggi disertai angin kencang, sehingga sekira 50 persen padi roboh.
Meskipun demikian, mereka masih bisa memanen padi sekira 5-6 ton per hektare atau sebanyak 2700 ton gabah kering dari lahan seluas 450 hektare.
Selain itu, sejak beberapa tahun lalu, luas lahan sawah di kawasan itu berkurang dari awalnya sekira 700 haktare kini menjadi 450 haktare atau berkurang sebanyak 250 hektare.
Baca Juga: Meski Cuaca Ekstrem Masyarakat Wakatobi Nekat Berlayar
