Burhan mengaku sudah 11 tahun bekerja sebagai pemulung. Namun sudah satu tahunan ini dia sering kecapean, hingga membatasi waktunya mencari botol plastik bekas. Kondisi itu yang membuat Burhan hanya bisa bekerja dari pagi sampai siang saja. Selebihnya dia gunakan untuk istirahat.
Baca Juga: Perjuangan Seorang Ibu, Hidupi Anak dari Jualan Tisu dan Air Mineral
Gerobak kecil yang sudah usang, hanya cukup untuk mengisi sampah plastik, sekaligus sebagai kendaraannya berkeliling mengais rezeki dari bak sampah yang satu ke bak sampah lainnya.
"Asli saya orang Bugis, dari selatan. Punya anak dua sudah menikah semua ikut suaminya. Saya cuma berdua dengan istri saja tinggal, seadanya saja ini gerobaknya", ucapnya, Kamis (14/7/2022).
Sudah banyak orang yang datang dan menjanjikan memberikan bantuan kepada Burhan. Tapi sampai saat ini, belum ada yang terealisasi.
