2. Kebijakan yang tak ramah anak

Sementara itu Ketua P2G Nusa Tenggara Timur, Wilfridus mengatakan, masuk sekolah pukul 5 pagi sepertinya akan menjadi kebijakan masuk sekolah terpagi di dunia. Kebijakan yang akan ditertawakan oleh komunitas pendidikan internasional nantinya.

Kebijakan tersebut amat tidak ramah anak, orang tua, dan guru. Kalau jam masuk sekolah pukul 5 pagi, paling tidak murid harus bangun pukul 4 pagi, bahkan bisa saja pukul 3 pagi jika jarak antara sekolah, rumah jauh, bahkan masih banyak siswa yang berjalan kaki menuju sekolah yang jauh.

Di sisi lain, tak mungkin guru-guru datang pukul 5 melainkan lebih pagi lagi. Belum lagi bagi wilayah yang minim sarana transportasi umum atau akses jalan yang sulit diakses termasuk minim penerangan lampu jalan.

Baca Juga: Presiden Diminta Hentikan Program Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi di Nusa Tenggara Timur