JAKARTA, TELISIK.ID - Menjelang musim belanja liburan, ancaman siber mengintai para pengguna internet. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan lonjakan aktivitas belanja online untuk mencuri data pribadi dan finansial.
Ancaman ini kian meningkat menjelang Black Friday dan Cyber Monday, saat jutaan pengguna memburu diskon besar.
Tim riset EclecticIQ mengungkap pola kejahatan yang menargetkan pengguna melalui situs palsu, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (25/11/2024).
Mereka menciptakan situs belanja dengan nama mencurigakan untuk mencuri data sensitif. Pelaku bahkan menyamarkan aksi mereka menggunakan penyedia layanan pembayaran resmi.
Baca Juga: Heboh Uang Mutilasi Pecahan Seratus Ribu, Bank Indonesia Sebut Tindakan Kriminal
