Menurut Yanti, desain motif yang ditampilkan perajin mampu memukau dan menarik perhatian dewan juri dari perancang mode nasional, Musa Widiatmojo. Adapun desain motif yang ditampilkan terdiri dari ombak laut, buri ghule, pokandua, burinoghule, work Liangkabori dan benteng kamali.

Baca Juga: Pelaksanaan Berbeda dari Kontrak, Proyek Pengadaan Bibit di Busel Diduga Curang 

"Kami bangga dengan kreatifias dan hasil yang dicapai oleh para perajin," sebutnya.

Asal-usul kain tenun Masalili telah ada sejak zaman Kerajaan Muna yang dahulu kainnya masih dibuat dari kulit kayu dan pohon kapas yang dipintal menjadi benang. Begitu pula bahan pewarna benang juga menggunakan bahan alami dari tumbuhan. Karena itu, Yanti mengajak seluruh masyarakat Muna untuk terus mengenakan kain tenun Masalili.

"Dukungan kita semua menentukan masa depan produk kerajinan unggulan daerah tercinta," ajaknya. (C)