Baca juga: Bermain dalam Pesta Demokrasi

Kalau hari ini Pak Jokowi mengatakan harus berdamai dengan corona dan bukan melawan serta berhadap-hadapan dengan corona serta menjadikan musuh, maka itu berarti kita diajarkan untuk bersahabat dengan corona agar dapat mengetahui cara dan obat apa yang bisa mematikan dan menghentikan virus corona, dan bukti perdamaian itu dibuktikan dengan membuat konser amal corona, mungkin karena corona lebih senang jika dihibur dengan lagu dalam sebuah konser apalagi dengar suara merdu Bimbo.

Wajarlah jika warga Indonesia semakin banyak yang menyepelekan bahaya penyebaran virus COVID-19, sehingga muncul orang-orang yang menolak social distancing dan ramai memburu diskon baju lebaran yang akan digunakan dan dipamerkan di dalam rumah, warga kita tidak mau lagi pakai masker saat keluar rumah dan melawan arahan dari petugas.

Warga kita yang menolak untuk tidak mudik karena sudah jadi tradisi, menolak isolasi diri/karatina karena tempatnya bukan di hotel tapi di tengah hutan, dan kesombongan diri yang  membanggakan kekebalan tubuh tidak akan ditembus virus.  

Semua ini perilaku warga Indonesia yang muncul dari wajah perilaku para pemimpinnya  yang hari ini diistilahkan covidiot. Sayangnya setelah dibuatkan konser ternyata corona makin menggila dan semoga tidak semakin menggila.