Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Usai 25 Hari Dibombardir Israel Terus Bertambah

Dia juga mengkritik negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris yang mempersenjatai serangan Israel dan menolak memenuhi kewajiban mereka terhadap Konvensi Jenewa. Mokhiber bekerja di PBB sejak 1992 dan memegang sejumlah peran penting. Di tahun-tahun itu pula, dia tinggal di Gaza.

Dia juga merupakan pengacara yang berspesialisasi di hukum hak asasi manusia internasional. Dalam perannya sebagai direktur kantor komisaris tinggi hak asasi manusia di New York, Mokhiber kerap mendapat kecaman dari kelompok pro-Israel karena pernyataannya di media sosial.

Ia sering memberikan dukungan terhadap gerakan boikot, divestasi, sanksi (BDS) dan menyebut Israel melakukan apartheid.

Baca Juga: 7 Negara Tak Diakui PBB, Palestina Masuk