Melansir CNBC Indonesia, Minggu (2/3/2025), Fenomena ini akan terjadi pada 8 Maret 2025, saat Merkurius mencapai elongasi terbesarnya di timur. Elongasi adalah jarak sudut antara planet dan matahari yang tampak dari bumi. Pada elongasi terbesar, Merkurius akan tampak lebih jauh dari matahari, membuatnya lebih mudah diamati di langit senja.
Pada saat elongasi timur, Merkurius akan muncul setelah matahari terbenam di ufuk barat. Jika cuaca cerah, planet ini bisa terlihat sebagai bintang terang kecil di langit.
Baca Juga: Misi Ambisius: Ilmuan Rencana Ciptakan Gerhana Buatan, Habiskan Rp 3 Triliun
Pengamat langit dapat menggunakan teleskop atau binokular untuk melihat detail yang lebih jelas.
2. Gerhana Bulan Total
