Ia menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor langsung, yang mengalami penurunan 7,31 persen dari US$295,04 juta menjadi US$273,48 juta. Sektor industri pengolahan menjadi yang paling terdampak, berkontribusi sebesar 99,82 persen dari total ekspor bulan ini.
"Komoditas utama yang mendominasi ekspor adalah besi dan baja, dengan nilai ekspor sebesar US$274,23 juta, meskipun mengalami penurunan 13,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, kelompok daging dan ikan olahan serta ikan dan udang masing-masing mencatat nilai ekspor sebesar US$0,95 juta dan US$0,49 juta," jelasnya.
Negara tujuan ekspor utama mencakup Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, dan Filipina. Ekspor ke Tiongkok menurun sebesar US$25,16 juta atau 8,86 persen, dengan komoditas utama yang dikirim adalah besi dan baja.
Secara kumulatif, hingga September 2024, total volume ekspor Sulawesi Tenggara mencapai 2.153,07 ribu ton dengan nilai total ekspor sebesar US$2.861,03 juta.
