JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah diminta untuk segera memikirkan alternatif pengadaan vaksin bagi kebutuhan nasional terkait adanya embargo vaksin sejumlah negara.

Hal tersebut disampaikan Saleh Partaonan Daulay, Ketua Fraksi PAN DPR RI kepada Telisik.id di Jakarta, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, adanya rencana embargo vaksin dari beberapa negara produsen vaksin dikhawatirkan akan mengganggu kelanjutan dan kelancaran pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

"Vaksin ini adalah kebutuhan mendesak. Selain penerapan protokol kesehatan, vaksinasi dinilai sebagai salah satu solusi dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karena itu, pemerintah wajib menyediakan vaksin bagi 70 persen masyarakat yang menjadi target sasaran," ujar Anggota Komisi IX DPR-RI ini.

Kalau pakai skema yang ada, kata alumnus HMI ini, Indonesia dinyatakan membutuhkan 420 juta dosis vaksin. Itu untuk memenuhi kebutuhan 181,5 juta warga. Jumlah ini sangat besar. Tidak cukup hanya mengandalkan satu produsen saja.