JAKARTA, TELISIK.ID - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menilai produktivitas gempa di Majene Sulawesi Barat adalah fenomena aneh.

Katanya, gempa kuat di kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak gempa susulan.

Akan tetapi, hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca gempa utama 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan.

"Ini fenomena aneh dan tidak lazim," tulisnya di akun twitternya.

Jika mencermati gempa Majene, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah. Padahal stasiun seismik BMKG sudah cukup baik sebarannya di daerah tersebut.